Kwe Lapis vs Kue Lapis (Cerita Brunei Darussalam Bagian 5)

Pecinta kuliner nusantara mungkin akan sedikit geli jika membaca nama-nama kue basah di Brunei. Ada Kwe Lapis, kalau di Indonesia dinamakan Kue Lapis. Tekstur dan rasanya mirip. Ada juga Bingka Keladi, Bingka Kayu, B. Beras, Sagu Kukus. Kalau dilihat sekilas sepertinya semua makanan ini ada juga di Indonesia. Walau bisa jadi tektur dan rasanya sedikit…

Saat Pemikiran Peradaban Kita Acuhkan

Umar Thalib, di tahun 1652 pernah menulis sebuah analisa menarik yang kurang lebih begini isinya, “Sekarang orang-orang Eropa sudah mengenal seluruh penjuru dunia. Maka mereka mengirimkan kapal-kapal raksasanya ke berbagai arah menuju pelabuhan-pelabuhan penting. Yang sebelumnya melalui Suez maka sekarang barang dagang berpindah melalui kapal-kapal Portugal, Belanda, Inggris ke negeri Barat. Daulah Ustmaniyyah wajib menguasai…

Pengalaman Pahit yang Memperkenalkan Diri

Kita semua punya pengalaman pahit. Bahkan bergidik ngeri jika mengingatnya. Tak harus soal cinta. Karena fase hidup tak hanya itu saja kan? Ada fase pekerjaan, pertemanan dan lainnya. Saat dihadapkan banyak pilihan, kita cenderung bimbang. Menimbang mana yang terbaik. Sering rasanya ada kabut tak kelihatan di depan. Karena pilihan-pilihan banyak dijejali prasangka-prasangka. Kabar baiknya, justru…

Temaram Lampu yang Tertunda di Rumah

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Dulu Mama itu doyan sekali lihat tayangan TV tentang rumah. Sekarang saya doyan liat serba-serbi rumah. Motor biasanya saya pelankan kalau lagi masuk komplek perumahan bagus. Menikmati tampilan rumah. Cuma ya, rawan dikira maling lagi survei target. Bacaan kesukaan Mama adalah buku tentang rumah, masakan dan kehidupan para politisi.…

Lembutnya, Kerasnya, Pemalunya dan Cerianya Sahabat Nabi

Abu Bakar As-Shiddiq adalah pribadi yang lembut. Namun dia pernah sangat tegas kepada kaum yang menolak membayar zakat. Bahkan diperangi. Begitu tegasnya Abu Bakar, Aisyah putrinya pernah kaget bahwa ayahnya itu dapat begitu tegasnya. Lembut tetapi dapat berubah menjadi pribadi kokoh saat syariat dilanggar. Kualitas seperti ini yang membuat Umar bin Khattab dengan tegas memintanya…

Menjadi Diri Sendiri, Menulis dengan Jujur

  Akhir-akhir ini saya mempertanyakan bagaimana kejujuran sebuah tulisan di media sosial dapat saya lakukan. Bagaimana membuatnya lebih jujur tepatnya. Apa adanya. Sebenarnya bisa dipukul rata ke seluruh media sosial, tetapi saya ingin batasi ke media sosial yang punya spesialisasi tulisan panjang. Seperti halnya tumblr dan wordpress. Apakah berpengaruh dengan siapa saja pembacanya? Saya tidak…

Kita Pernah Punya Pengalaman

Kita pernah punya pengalaman mencari. Mendongakkan kepala mencari sebuah bentuk. Bahkan di tengah kerumunan tak sengaja berjinjit untuk mencari sebuah paras. Kita pernah punya pengalaman tak sepenuhnya memperhatikan. Karena di saat kita berbicara, pikiran kita sejatinya sedang menduga-duga. Di mana kira-kira seseorang yang kita tunggu berada. Ah, mungkin memang tidak pernah sengaja, karena perkara ini…

Laci Potensi

Errr, mungkin ini masih berantakan kalau pakai standar kalian. Bagi saya kemajuan pesat. *** Sejak pindah lagi ke Bandung, saya punya proyek penting. Membersihkan kamar. Membersihkan kamar di sini dalam artian membersihkan kamar dari debu, menata ulang, dan memilah barang yang masih perlu. Mungkin untuk sebagian orang hal ini remeh, karena kamarnya sudah bersih dan…

Belanda, BUN*, dan Kemajuan Bangsaku

*BUN adalah singkatan dari Buku Untuk Negeri. Sebuah organisasi sosial tempat kami mengekspresikan aksi di bidang pendidikan. Mengumpulkan buku dari orang-orang lalu menyalurkannya ke pihak-pihak yang kurang mampu. (Tulisan ini adalah tulisan yang saya posting di grup Whatsapp BUN. Maaf bahasanya tidak formal. Diedit sedikit dan ditambahkan beberapa bagian agar tidak ada missing link dalam…